Teman
Main.

De Djawatan / Benculuk, Cluring

Hutan De Djawatan.

Berjalan di bawah trembesi tua, mendengar daun bergerak, dan berhenti sejenak di tempat yang terasa seperti halaman belakang raksasa.

  • Hutan dan udara segar
  • Jalan santai
  • Berburu cerita lokal

Masuk ke lorong pohon yang bikin suara kota menghilang

Deretan pohon trembesi berbatang besar membentuk lorong rindang di De Djawatan, Banyuwangi.
Lorong trembesi De Djawatan setelah hujan.Foto: Jeremyyohanes2 / CC BY-SA 4.0

02 / Cerita

Ceritanya begini.

De Djawatan punya cara sederhana untuk membuat orang diam: pohon-pohonnya besar, akarnya berkelok, dan cahaya masuk lewat celah daun seperti sengaja ditata.

Kamu bisa datang untuk berjalan santai, duduk di bawah pohon, atau sekadar melihat orang lain menikmati tempatnya. Tidak semua perjalanan perlu target.

Kalau kamu suka cerita, perjalanan ke sini bisa disambung dengan obrolan soal desa, kopi, atau hal-hal kecil yang membuat Banyuwangi terasa seperti rumah bagi orang lain.

Ini gambaran suasana, bukan jadwal perjalanan yang sudah pasti. Rencana akhirnya dibentuk bersama setelah kamu menghubungi Teman Main.

03 / Sebelum berangkat

Yang perlu kamu tahu.

Beberapa hal bergantung pada kondisi tempat dan rencana yang kita susun. Ini yang akan kita pastikan sebelum berangkat.

Kondisi dan akses

Waktu terbaik, akses, dan aktivitas tambahan di sekitar De Djawatan dibicarakan saat konsultasi.

Termasuk dan tidak termasuk

Rincian layanan belum ditetapkan untuk halaman ini. Susunan apa yang termasuk dan tidak termasuk akan dikonfirmasi sebelum rencana disepakati.

04 / Galeri

Pohon besar dengan akar menjulang di kawasan De Djawatan Benculuk.
Akar tua, langit yang tersisa sedikit.Foto: Jeremyyohanes2 / CC BY-SA 4.0
Peserta Banyuwangi Ethno Carnival dengan kostum warna-warni di jalan.
Banyuwangi juga punya cerita yang bergerak.Foto: Hendri Suhandi / CC BY-SA 4.0

05 / Cara mengatur

Tiga langkahsebelum jalan.

Tidak perlu memutuskan semuanya sekarang. Mulai dari satu pesan, lalu kita rapikan bersama.

  1. 01

    Ceritakan rencanamu

    Kirim tanggal, jumlah peserta, dan gambaran hari yang kamu mau lewat WhatsApp atau Instagram.

  2. 02

    Cocokkan detailnya

    Kita bahas ritme, waktu, kebutuhan perjalanan, dan perkiraan biaya yang masuk akal.

  3. 03

    Jalan kalau sudah jelas

    Setelah rencana, harga, dan titik temu disepakati, perjalanan bisa dilanjutkan.

06 / Arah lain

Kalau belum pas, coba lihat ini.

Semua pengalaman
Danau kawah biru kehijauan di Kawah Ijen dengan dinding kawah vulkanik di sekelilingnya.

01

Kawah Ijen

Pagi di Ijen

Jalan pelan menuju kawah saat udara masih dingin, lalu berhenti sebentar untuk melihat Banyuwangi terbangun dari ketinggian.

Foto: Jakub Hałun / CC BY-SA 4.0

  • Pagi yang lebih awal
  • Hutan dan udara segar
Lihat Detail
Savana Baluran dengan latar gunung dan langit terbuka.

02

Taman Nasional Baluran

Savana Baluran

Savana luas, langit lebar, dan jalan yang membuat kamu ingin berhenti berkali-kali untuk melihat sekeliling.

Foto: Win.ther story or Arif Rudiyanto / CC BY-SA 4.0

  • Hutan dan udara segar
  • Pagi yang lebih awal
Lihat Detail

05 / Berangkat

Mau coba hutan de djawatan?

Ceritakan tanggal dan rencanamu. Kita lihat apakah arah ini cocok, atau perlu dibentuk ulang.

Untuk sementara, percakapan dimulai lewat Instagram. Cerita dulu rencananya, kami bantu dari sana.

Sapa di Instagram(membuka WhatsApp)